Senin, 31 Oktober 2011

AKU SEPERTI PERASANGKA HAMBAKU

“Manusia mengejar rasa”sebuah kata bijak dari  sakti  ,personil sheila on 7 yang sekarang sudah berubah total menjadi juru da’wah.Sakti yang dulu  berlimpah ketenaran ,  uang dan memiliki penggemar  hampir di sentro Indonesia dan Negri tetangga Malaysia   sudah tidak mengejar “rasa”lagi, ia mencurahkan waktunya untuk  agama.
Rasa ,katanya   bila dituruti  maka ia akan terus membuntuti  misalnya bila andapunya rasa (ingin)  punya mobil  dan kemudian berhasil anda miliki pada suatu saat ia akan berubah dan  ingin mobil yang baru lagi.Ketika anda punya HP maka pada suatu saat anda akan menukarnya dengan HP baru dengan mereka atau pitur yang menurut anda lebih bagus. Terus seperti  itu tanpa anda sadar bahwa anda telah tertipu dengan rasa (keinginan ) itu .Terjebak dalam lingkaran “rasa “ini sangat membahayakan karena sulit sekali kita keluar dan biasannya orang seperti ini akan mencari alasan untuk membenarkan keinginnya. Misalanya begini,mumpung ada uang ,harus ikut perkembangan jaman atau agar tidak ketinggalan teknologi.Macam-macam  alasan di cari untuk membenarkan keinginannya .
Jauhnya  kita dari ALLAH  memang kebanyakan kita di permainakan oleh “rasa’ (keinginan )  tersebut sehingga rasa itu menjadi pagar yang tinggi yang kemudian mengeras dan menebal sehingga kita tidak dapat keluar-keluar.
Tebalnya ,membuat kita tidak dapat melihat
Kerasnya membuat kita tidak dapat menjebolnya .
Tapi ada perkataan yang dapat menjadi senjata ampuh bila diyakini seyakin –yakinnya .Tidak ada gading yang tidak retak.Air  menetes dapat menembus batu setebal apapun.Manjadawajadda,usaha sungguh-sungguh  akan menoreh hasil.Dan banyak lagi ungkapan yang  memilki arti “bahwa tidak ada yang mustahil  dalam dunia ini”
Betapa banyak contoh usaha sungguh-sungguh membuahkan hasil   walau itu hanya urusan dunia semata .Terus gimana urusan agama,jelas........ lebih sangat mudah lagi karena dibelakang kita ada ALLAH yang menjadi  beking ( penyelamat ) .Tapi  kebanyakan kita terpropokasi dengan kata “susah” sehingga yang terjadi ya....,susah beneran . Ingat hadist qudsi yang berbunyi  Ana 'Indazanni 'abdi, AKU SEPERTI PERASANGKA HAMBAKU  (BILA BAIK MAKA IA MENJADI BAIK ,BILA BURU MAKA YANG TERJADI BURUK).
Tapi kita selalu  ragu denga ALLAH dan takut  membuat keputusan ,contohnya ,
Ah.. terserah ALLAH deh..kalau mau bagus ya baguslah
Atau seperti ini,  Gue sih takdirnya seperti ini,mau apa lagi ,ALLAH huyarobbi .....seolah tidak  ada kekuatan lain yang dapat merubah kondisi kita.Mau jelas ,lihat penggalan .QS surat Al Mu’min ayat 60 “berdoalah niscaya kukabulkan “,itu janji ALLAH dan tidak mungkin ALLAh ingkar  janji  ,inga itu TI-DAK-MUNG-KIN !,kecuali anda ragu maka  terbuktilah ayat qudsi diatas .

Kita kembali  membahas "rasa",  Nah...... ketika keinginan (rasa) untuk berbuat baik  itu menyelinap maka segeralah melakukan kebaikan  ,jangan di tunda .Sama seperti ketika keinginan anda membeli sesuatu dan segera mengeluarkan uang untuk mendapatkanya maka barang itupun anda miliki,walau semahal apapun dia.
Kembalilah ke pangkuan ALLAH ,sahabat........
  





Minggu, 30 Oktober 2011

TPQ Alhikam gelar lomba hapalan dan tulis huruf Hijaiyah





              Untuk kesekaian  kali TPQ Alhikam  Selumit Pantai melakukan tes atau ujicoba kemampuan santri dari hasil pendidikan mereka selama ini.Sebanyak 40 anak ikut tes ini yang dibagi menjaid 2 katagori yakni tes hapalan surah-surat pendek dan kemampuan menulis al huruf hijaiyah (arab) .”tapi tes ini kami ubah menjadi lebih bersahabat dengan nama lomba hapalan surah pendek dan lomba menulis  huruf Hijaiyah”Kata Kepala TPQ Al Hikam Sri Rahmiwati.Ketika kami ubah nama tes menjadi lomba maka hampir semua Santri TPQ  unjuk tangan,ingin ikut serta  . 
                        Dan kami juga menyediakan sedikit hadiah agar kata Lomba tadi mengena .  “Perbedaan tes dan lomba itu hanya sedikti saja yakni terkait hadiah”imbuhnya .
TPQ yang bernaung dibawah organisasi Majlis Silaturahmi Guru-guru TPQ Kota Tarakan ini dinilai kreatif karena berhasil menemukan metode sederhana tapi bernilai positif dalam rangka memberikan motifasi kepada para santri .Kami juga sering mengikutsertakan santri ke berbagai perlombaan misalnya lomba Kaligrafi,mewarnai dan lomba busana Muslim. Ada 4 piala di gondol TPQ Alhikam dari tahun 2010 sampai 2011 dalam berbagai lomba yang di sertai. 

                     Sementara itu Pembina TPQ Al Hikam Husin Hendy mengatakan,ide keratif memang harus ditemukan agar santri Al Qur,an tidak jemu   berlatih membaca Al Qur’an dengan benar.Di TPQ Alhikam sudah banyak usaha untuk menggali potensi anak selain dengan mengaji .   Kadang santri juga kami bawa refresing  ketempat-tempat  wisata ,ini  dimaksut agar mereka segar dan lebih  mengenal alam. 
Terpisah Puang Hawariah salah satu tutor (ustazah) di TPQ Alhikam mengatakan kegiatan seperti ini sangat baik untuk melatih keberanian dan mental santri.Ia berharap agenda seperti itu lebih sering dilakukan untuk melihat tingkat kemajuan santri. 

Kamis, 27 Oktober 2011

CERDASNYA JAMA'AH MASJID





Jadi jama’ah Masjid juga perlu cerdas ..?
Kok bisa gimana caranya..?
Begini,ada sebuah contoh saat aku lagi Hobi ngerantau tepatnya di Tawau nama pemukimannya (Kampung ) bernama tg Batu Darat .Kira-kira sekitar 6 /sd 7 kilolah dari pusat bisnis kota kedua terbesar di Kota kinabalu ( Malaysia ) itu .Disini ada sebuah Masjid ukuran sedang yang selalu terisi dengan jama’ah yang sedang sholat 5 waktu. Tidak jauh dari Masjid itu ada sekolah yang pengajarnya rata-rata panatik menjalankan aturan Agama ,padahal itu sekolah negri (kerajaan ,bukan pasantren )tapi beberapa waktu kemudian saya dapat informasi bahwa banyak pengajarnya ikut gerakan Islam ( jama’ah Tablig,Rufaka dan PAS).
Nah saya tinggal di tempat itu, lumayan lama dan yang mengesankan di Masjid ini ada sesuatu aktivitas yang sangat patut di tiru . Saat itu 1 hari sebelum lebaran (Idul Fitri ) jama’ah yang selalu melakukan sholat Fardhu berkumpul usai sholat Ashar mereka rapat kilat dan kebetulan aku ikut serta (kebetulan jadi jama’ah Masjid)
Apa yang mereka bicarakan dalam rapat itu..?
Dalam rapat itu mereka memetakan rencana siilatuhrahmi usai sholat Isya melakukan takbir keliling dari rumah kerumah para Jama’ah Masjid .Karena Jama’ah banyak maka di bentuk 3 Kelompok dimana tiap kelompok berisi 10 s/d 15 jama’ah.
(singkat cerita )
Usai sholat Isya kelompok yang dibentuk dan dipimpin oleh jama’ah yang dipercaya dan mulailah perjalanan dimulai .Ketika Kelompok kami yang di pimpin seorang ustadz tiba di sebuah rumah (rata-rata umunya mereka punya mobil) .Dan disana saya kaget karena makanan dengan aneka macam jenis sudah tersedia kami langsung duduk, takbir baca doa’a dan makan.
Usai makan kami lanjutkan perjalanan kerumah jama’ah lainnya tapi masih satu kelompok dan kejadian serupa terjadi kami hanya menemukan makanan di ruang tamu dan beberapa laki-laki yang ternyata kemudian saya tahu adalah anak atau paman jama’ah yang berada dalam rombongan kami .
Coba bayangkan kami berjumlah 10 orang dan tiap rumah di suguhkan makanan serupa ,rendang ,ayam opor ,lemang ,ketupat,buras dan lain –lain .Di rumah ke 5 aku hampir tidak bisa berjalanam (kebanyakan makan heheheh) tapi karena sudah kewajiban “ikut” maka perjuangan terus kulanjutkan .
Dari rumah ke 6 dan ke 10 aku hanya bisa “nonton” redang dan opor ayam dan sekali-sekali menyentuhnya sedikit (orang Kaltim bilang takut kepunan,heheheh)
Apa yang dapat dipetik dengan kejadian ini ?
Hikmahnya adalah kebersamaan jama’ah Masjid adalah utama dan perlu ada perekat yang dapat dijadikan alasan untuk saling sapa dan saling mengunjungi. Yang terlihat sekarang ( mudah-mudahan ditempat kami saja lho ) Saat Sholat saja kompak ikut gerakan Imam.Usai Sholat ada yang langsung pulang ,ada baca doa sendiri –sendiri dan kadang tidak ada tegur sapa sama sekali .
Gak..tau mengap bisa begitu ,seolah yang ramah itu hanya antara Imam dan jama’ah masjid saja sementara antara jama’ah tidak berlaku .
Padahal kalau jama’ah Masjdi itu ibarat perusahaan maka setiap anggotanya pasti saling membutuhkan agar roda kegiatan berputar,tidak cuekan .Saya ingat jaman dulu (saya masih kecil) usai sholat isya jarang jama’ah Masjid langsung pulang mereka sering ngobrol dulu antara mereka dan kadang salah satu jama’ah pulang dan kembali membawa kopi(ane tu sering jadi pengantar kopi ).Dulukan jarang ada ustadz dikampung maka yang di ceritaka tentang kehidupan dan gimana ngerawat anak yang benar (mirif-mirif ngerumpilah heheheh)
Tapi positifnya tiap jama’ah saling kenal dan sangat akrab seperti keluarga sendiri sehingga bila selah satu jama’ah pindah maka terasa sekali kehilangannya demikain juga yang pindah merasa kehilangan dan kadang jalinan ukhuwah itu terus berlanjut dengan cara melakukan kontak via salam atau surat(kalau sekarang SMS lah).
Coba sekarang semua jama’ah keburu mau pulang (senetron handalan lagi nunggu) tetangga disebelah kita sangat jarang kita sapa (silaturahmi) . Hanya lebaran kita bersalam-salaman dan usai lebaran kembali sifat cuek membelengu kita.Tetangga pindahpun kita tidak tau dan tiba-tiba saja rumahnya kosong ,nauzubilahiminjalik .
Kurang lebih begitulah gambaran kita sekarang ?

Rabu, 26 Oktober 2011

Santri Ar Rahim Juara Harapan I








Santri binaan Yayasan As Sakinah Selumit Pantai   yang bernaung dibawah  Panti Asuah Ar Rahim bikin kejutan saat  lomba Kuliah tuju Menit (Kultum ) yang dilaksanakan oleh Toko buku Gramedia Tarakan dan Telkomsel Tarakan. Adalah Siti ,ia dengan lugas dan berapi – api serta diselingi derai  air mata ia berhasil mempengaruhi dewan juri untuk kemudian menempatkan ia sebagai juara harapan I (satu ).Untuk siti ini merupakan kegembiraan sekaligus ke ajaiban ,mengapa ? karena selain untuk pertama kali ia ikut kegiatan seperti itu dan kemudian masuk 5 besar terbaik.   
Acara yang di gelar di MALL GTM itu banyak menarik minat anak-anak USIA DINI untuk turut serta .
Acara yang di gelar anak perusahaan Grup Tempo itu terhitung berhasil karena      “jagoan-jagoan” pidato anak usia dini turut  serta dan menambah kwalitas kegiatan itu.
       Beberapa orang tua peserta Kultum mengharapkan kegiatan seperti itu agar selalu dilaksanakan . Alasannya adalah sering kegiatan dilaksanakan tanpa program yang jelas dan tidak ada kelanjutan.Padahal kalau mau sedikit kosentrasi dan Fokus kegiatan itu dapat menjadi arena anak-anak di Tarakan untuk mengasah kemampuan.
 HSN/Repo

KEGIATAN PAUD AZ ZIKRI



Dalam pidatonya saat kegiatan pelepasan murid tahun pembelajaran 2011 ketua Yayasan As sakinah Selumit Pantai mengutarakan ke gembiraanya . Karena ini merupakan kali kedua PAUD Az zikri melepas alumninya untuk kemudian melanjutkan ke sekolah dasar yang berada di Kota Tarakan. 


        Dan yang membanggakan ucap  bu titi begitu biasa dipanggil ,  anak-anak usia dini yang berada di beberapa di RT di lingkungan sekolah itu kembali mempercayakan pendidikan anak mereka di PAUD Az Zikri . Berdasarkan data yang masuk sekitar 60 anak yang telah mengambil formulir pendaftaran.

        Selain kegiatan Pendidikan Yayasan juga membina beberapa Majlis Taklim yang sudah berlangsung sekitar 3 tahun lebih.Majlis taklim ini pesertanya semua para ibu-ibu yang berada di kelurahan Selumit pantai .
 Dan Majlis Taklim ini sering dilibatkan bila ada kegiatan sosial misalnya acara perayaan hari besar Islam atau pengumpulan dana untuk korban bencana .


         Di tahun ini banyak warga dan binaan Majlis Taklim memberikan sedikit hartanya ( zakat )dan kemudian diteruskan kepada orang –orang yang berhak menerima.Adapun data orang-orang yang berhak menerima itu di perolehi dengan melakukan koordinasi dengan Masjid setempat.Hal itu dilakukan karena dikawatirkan akan terjadi tumpang tindih data .Dengan data dari Masjid itu kami bergerak dan menyalurkan kepada masyarakat setempat.
              Kegiatan lainnya , Yayasan juga telah membuka panti Asuhan Ar Rahim dan opening Softnya dilakukan langsung oleh KH Drs Yacub Husin dari Surabaya . Sangat diharapkan perkembangan kegiatan positif di Selumit pantai terus berlanjut dan kemudian menghasilan para generai Qurani dan memilIki akhlak Mulai.
HSN/Reporter

Sabtu, 22 Oktober 2011

Membentuk Jama’ah yang kuat ( Part Two)(







              Ada yang terlupakan oleh kalangan ustazd dan Ustadzah atau siap saja yang merasa memiliki ilmu agama,apa dia yang terlupakan itu ?. Menyebarkan ilmu yang ada pada diri mereka .Bukan kah ..mereka sudah menyebarkan ilmunya melalui ceramah-ceramah yang dilakukan setiap juma’at atau kepada jama’ah mereka di masjid di pemukiman mereka atau menjadi guru agama .
Kalau itu alasannya maka jawabnya betul-betul-betul .Tapi bila pertanyaan di perpanjang seperti ini ,sudah kah penyampaian ilmu itu mengenai sasaran atau adakah peningkatan dari jama’ah terutama dari sisi peribadatan dan pengamalan sunah.Saya yakin jawabnya belum ..( dengan nada ragu-ragu).

Nah oleh karennya mari kita tengok apa yang dilakukan para pejuang kemerdekaan dalam membebaskan Negara ini dari para penjajah.Selain kata penyemangan”MERDEKA” selalu di ucapkan para pendiri bangsa ini mereka juga sangat pamiliar dengan kata ,bersatu kita tenguh bercerai kita runtuh .Serta sebuah andaian lama tapi menjadi warisan turun temurun semua daerah di Indonesia”Persatuan ibarat sapu lidi bila menyatu ia kuat bila sendiri-sendiri ia lemah dan mudah dikalahkan “

Saya pernah membayangkan kata MERDEKA yang selalu mengobarkan semangat saat era perjuangan fisik itu kembali di laungkan dengan sedikit perubahan yakni dengan kata BERSATU sambil mengangkat tangan .Sementar andaian sapu lidi yang bersatu menjadi kuat tetap di terapkan dan menjadi semangat berbuat .Apapun ia bila di hadapi dengan kerja sama maka keberhasilan itu akan menjadi sebuah keniscayaan ketimbang melakukan sesuatu hanya mengandalkan kekuatan sendiri.

Dari ujung timur dunia sampai ujung barat dunia semua sama meyakini persatuan dan kesatuan merupakan langkah keberhasilan.
Nah ..mengapa kita yang berbeda ke ilmuan ini tidak menyatukan langkah demi tegaknya kalimatullah dalam bingkai NKRI tentunya.
Kekuatan Ke ilmuan agama para santri (Kyai / Ustadz ,ustadzah)dipadukan dengan kemampuan para pakar ekonomi ,kemampuan Tekhnologi dan para jago marketing .Saya yakin persatuan ini akan menghasilkan jaman ke gemilangan Rasulaullah ,walau itu hanya di rumah masing-masing.
Dimana, dirumah kita dijalankan dengan baik sunah-sunah Rasulaullah ,dimana dirumah kita kemampuan memenej ekonomi kita seperti Abdu Rahman bin Auf atau kepakaran kita mengelola kekayaan seperti Usman bin Afan dan semuanya demi kebaikan dunia dan ekherat.
Bersatunya para ahli agama ,ahli eknomi dan ahli teknologi Insya Allah dapat menciptakan Era Rasulaullah di rumah masing-masing .



Apa Era Rasulaullah itu ?
Era Rasulaullah atau era kegemilangan Islam merupakan era terbaik dimana penerapan ritual dan kegiatan sosial dapat di wujutkan dengan baik. Dimana Ibadah ritual itu berbanding lurus dengan kebaikan akhlak dan sikap saling bantu .Ketika ritual orang itu baik maka sudah tentu sikap sosialnya juga baik. Ketika ritual (sholat /puasa ) nya bagus tapi “pelitnya” minta ampun dan rasa sensitifnya terhadap orang miskin tidak ada sama sekali maka itu bukan sikap para sahabat dalam era ke gemilangan Islam.Rasulaullah dan sahabat

            Rasulaullah sangat ringan tangan dan mudah sekali membantu dan gampang sekali tersentuh dengan ke susahan orang lain.Tapi jaman kita sekarang bila melihat orang lain susah kita sangat sulit membantu dan malah mencari alasan bermacama-macam dengan mangatakan ,mereka malas atau mengatakan mereka emang udah di takdirkan jadi orang susah.Cari alasan untuk tidak membantu .Coba ingat-ingat berapa banyak duit yang anda beri kepada peminta –minta yang datang ke rumah anda ,Rp 10 .000,Rp 20.000 atau barangkali Cuma Rp.1000 atau sengaja menghindar dan menutup pintu .ALLAH HUAKBAR ,Betapa jauhnya kita dari sikap Sahabat Rasulaullah .

                  Sementara uang yang anda keluarkan dalam sehari untuk membeli rokok atau makan bersama dengan teman-teman anda ,ayo coba hitung,bandingkan dengan hanya 1000 atau 5000 ribu yang kita beri dengan para peminta-minta itu .
Terus kalau begitu kita setuju dong dengan aktivitas para peminta-minta itu ?Eit..eit nanti dulu ,kalau itu saya tidak setuju dan sangat tidak setuju .
“loh maksudnya bagaimana “
Begini, apakah kita yakin mereka itu peminta beneran atau barangkali mereka itu utusan ALLAH untuk menguji kita.Ayo coba fikir , atau barangkali ALLAH lagi mau melatih tingkat kepekaan dan kesabaran kita menghadapi orang susah dan wasilahnya para peminta –minta itu.Bisa saja toh..
Nah itulah perbedaan kita dengan era kegemilangan Rasul dan sahabat ,mereka sangat konsen dengan kegiatan sosial (saling bantu) .
Perbedaan kita dengan para orang mulia itu sebb;
1.Beribadah mereka tidak menunda, kita selalu menunda
2.Membantu orang mereka tidak banyak fikir,kita terlampau banyak fikir (cari alasan)

Kamis, 20 Oktober 2011

Diselamatkan ALLAH

               Saat itu tahun 1997 bulannya saya lupa,tapi tahunnya saya ingat karena hampir tiap hari saya melihat tanggal tersebut,Mengapa ? karena saya berada di luar Negri ,Tawau (Sabah – Malaysia) dan rindu pulang kampung .Terus ..ngapain disana , karena urusan perut ,saya Bisnis Ikan dari indonesia lalu dikirm ke Sabah dan kemudian dikirim ke Kuala Lumpur lewat Pesawat (ini ada kisahnya tersendiri ).

Suatu saat aku lagi menghibur diri pergi ke Pepustakaan umum di Bandar Tawau dan kemudian singgah ke tempat teman yang membuka usaha pijat refleksi.Namanya Ahmad Nur ,asli jawa tapi sekarang sudah menjadi penduduk Malaysia (oh ya dia ini lulusan IAIN ,tapi ogah dipanggil Ustazd) .Ahmad Nur ini berteman dengan Ustadz Ahmaddun seorang da’i asal Indonesia yang memiliki banyak murid di Kota itu.Dan kebetulan aku se Kosan dengan Ustazd yang juga merangkap Imam di salah satu Masjid di Kota perbatasan itu,.

Saya lanjutkan, dari tempat usaha Ahmd Nur ini saya jalan kaki menuju terminal Bis, mau balik ke rumah Ustadz.Tapi alangkah terkejutnya saya ,karena Terminal sudah dikepung oleh aparat gabungan Malaysia .Saya baru sadar ketika sudah masuk terminal.Sebenarnya signal dari ALLAH sudah terasa ketika saya sekitar 40 meter meninggalkan tempat teman.(jarak dari Ahmad Nur ke Terminal adalah 300 meter) .Sekelibat saya lihat ada aparat lalu lalang dan ada rasa kaget dan kemudian saya tepis .Dan ternyata itu signal dari ALLAH bahwa tempat yang saya tuju tengah dikepung gabungan aparat mencari orang asing tanpa surat ( waktu itu disebut pendatang haram)

              Sampai di Terminal awalnya saya tidak sadar ada pengepungan,tapi saya heran kok ke adaan sunyi dan Bis –bis yang berkumpul di terminal pintunya pada tertutup dan biasanya tidak tertutup.Sambil berjalan saya memperhatikan kedalam bis ,ada raut ketegangan disana ,tapi saya masih belum sadar .Saya terus melangkah ,dan saat saya menerobos jalan pembatas menuju kesebrangan jalan tiba-tiba saya melihat kumpulan aparat menangkap pejalan kaki .Dan 20 meter di depan saya terjadi saling tarik dan saling tangkap dan ada yang berteriak minta tolong.Tapi anehnya saat itu saya tidak gugup ataupun bingung . Saya melihat saja kejadian itu tanpa menghentikan kaki melangkah dan beberapa menit kemudian saya baru sadar bahwa saya tidak memilki Pasport . Sedikit ada rasa galau tapi tiba-tiba saya ingat perkataan salah satu ustadz yang rajin membina kami saat masih remaja (sekolah ) .Katanya Sedekah itu dapat membantu saat kita membutuhkan pertolongan (tahun 1999,Ustadz Yusuf Mansur belum terkenal atau barangkali belum berda’wah memperkenal Metode sedekah sebagai wasilah untuk meminta pertolongan ).

               Saya langsung berzikir dan meniatkan pahalanya untuk orang tua dan semua umat Muslim .Sambil melangkah dan menerobos aparat yang menangkap pejalan kaki saya terus berzikir.Dan terjadi ke ajaiban yang belum pernah saya alami selama hidup ini. Aparat itu tidak menggobres (cuek) dengan saya dan asik dengan menangkap orang yang berada di kanan, kiri serta depan saya.Lapal zikir itu seolah menjadi tameng dan menjadikan saya tidak gugub.Ketika 30 meter meningggalkan terminal muncul 3 trak dengan personil polisi mengenakan seragam coklat muda.Mereka berhenti pas 10 meter di depanku dan sebentar aku sempat terpana dan melihat mereka berlompatan dan menyebar menutup area tersebut. Lagi –lagi kekuatan dan ketentuan ALLAh terbukti kembali aku di cuekin dan tidak menegur apa lagi memeriksa ku seperti pejalan kaki yang lainnya.Aku terus jalan lurus dan menghampiri sebuah Box telpon dan berlagak menelpon,sekitar beberapa menit aku berlagak menelpon kemudian aku pergi dari area itu melewati jalan setapak yang menuju jalan besar dan segera pulang.

                 Tapi ada yang lucu ke ajaiban itu baru kusadari beberapa bulan kemudian saat bisnisku agak mengalami troble dan saat aku lagi merenungi makna dari kehidupan.Ternyata ALLAH memberi pelajaran dan mengingatkan keberadaan ALLAH kepadaku yang saat itu lebih bersemangat mengurus dunia dan menomor duakan ibadah .Maksudnya begini ibadah yang kulakukan terkesan rutinitas tidak ada ruh.Mirip anak SD turun sekolah sekedar rutinitas dan mereka tidak mengerti bahwa saat di SD itulah awal masa depan mereka dipertaruhkan.
                Dan Alhamdulillah aku kembali tersadar dan dengan ijin ALLAH semua urusan dunia menjadi urutan nomor berikutnya dibawah urusan ibadah.Sekarang aku menjadi yakin ,seyakinya aku terhadap apa yang berada di depanku .ALLAh Nyata lebih nyata dari barang di hadapanku.Karena ia yang menciptakan barang tersebut.Nyata dari aku sendiri karena ia menciptakan dan menjagaku dari kecil hingga besar .Saya,anda ,saudara dan mereka-mereka itu pun juga dijaga oleh ALLAH.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates